ISLAM RAHMAT LI AL-‘ALAMIN

Juni 22, 2009 at 9:20 am Tinggalkan komentar

Islam sebagai sebuah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW datang lebih belakangan ketimbang ajaran-ajaran samawi lainnya. Islam tampil dengan  membawa berbagai reformasi pada bebagai bidang, selain yang menyangkut akidah. Segala hal yang terasa kurang dalam ajaran-ajaran sebelum Islam diadakan pembenahan sedemikian rupa dengan muatan-muatan tertentu. Oleh karenanya, Islam selanjutnya menjadi sebuah kemestian sebagai ajaran final yang kemudian menjanjikan akan menghantarkan masyarakat dunia pada kondisi bahagia, selamat fi al-darayn: dunia dan akhirat. Sebagai konsekwensinya, Islam tidak diperkenankan mengandung kelemahan-kelemahan. Sebab, jika Islam menyimpang ‘misteri kedlaifan’ niscaya ia tidak bakal mampu mempertahankan eksistensinya sebagai ajaran final.

Satu di antara kemestian ajaran Islam adalah mengandung nilai universalitas. Artinya, ajaran-ajaran Islam harus mampu memberlakukan dirinya secara umum, tidak terbatas ruang dan waktu. Islam tidak hanya milik satu golongan yang berada dalam tempat tertentu dan atau dalam kurun waktu tertentu. Islam adalah milik umat Islam secara umum, di mana dan kapan saja (shalih li kulli zaman wa makan). Hal ini pada gilirannya menuntut agar legitimasi Islam harus menyentuh pada berbagai problema dan dinamika yang terjadi dengan penawaran alternatif pemecahan yang terbaik.

Islam sebagai sebuah ajaran mengandung beberapa unsur yang pada garis besarnya terbagi menjadi tiga: akidah, ibadah, dan muamalah. Akidah menekankan pada sistem kepercayaan yang benar, baik kepercayaan antara makhluk dengan makhluk maupun makhluk dengan khalik. Akidah merupakan muatan yang tidak pernah berubah dari sejak dulu (zaman Nabi Adam) hingga hari pamungkas (hari kiamat). Semua nabi dan rasul menyerukan pada persamaan persepsi bahwa Tuhan hanyalah Allah. Selain Allah bukanlah Tuhan (La ilaha illa Allah). Sedangkan ibadah adalah bentuk penyembahan makhluk terhadap khalik sebagai bukti penyerahan diri secara tulus. Ibadah cenderung menyangkut aspek yang bermuatan sakral. Bentuk ibadah yang dikembangkan oleh para nabi cenderung berbeda-beda, tergantung pada tuntutan dan titah Tuhan pada masanya. Cara beribadah puasa Nabi Dawud, misalnya, berbeda dengan cara puasanya pada masa Nabi Muhammad. Begitupun dalam praktek-praktek ibadah lainnya. Sementara muamalah adalah hubungan sosial antar makhluk. Muamalah ini menyangkut pada masalah-masalah profan dan transenden. Bagaimana kita berhubungan antar individu, masyarakat, negara, dan dunia merupakan sebagian dari wilayah muamalah. Pada aspek muamalah inilah sangat diniscayakan adanya perbedaan-perbedaan. Bahkan, agaknya mustahil jika praktek sosial dalam satu tempat dan waktu tertentu persis sama dengan praktek sosial yang terjadi pada kondisi yang berbeda. Dengan demikian, sekali lagi, perbedaan dalam aspek muamalah ini sangat diniscayakan.

Eksplanasi di atas mengantarkan kita pada sebuah pemahaman bahwa dalam Islam itu meniscayakan adanya perbedaan. Perbedaan dalam hal muamalah merupakan keniscayaan dan oleh karenanya menjadi lumrah. Bahkan, justeru karena perbedaan inilah Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmat li al-‘alamin). Jika sebaliknya, Islam menentukan cara-cara tertentu dalam mengadakan hubungan sosial akan jelas berimplikasi pada kekakuan Islam. Dengan demikian, jelas bahwa universalitas kontrak sosial dijamin oleh Islam. Wa Allah a’lam.

About these ads

Entry filed under: Hikmah. Tags: , .

BELAJAR DARI SEJARAH UNTUK MENGUNGKAP PEMIKIRAN PENDIDIKAN TRANSFORMATIF PERGULATAN WACANA SOSIAL POLITIK NAHDLATUL ULAMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Juni 2009
S S R K J S M
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Blog Stats

  • 9,258 hits

Terbaru

Kategori

Arsip


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: